Road Map to Project+ Part 1 : Iniating The Project

I dedicated this everyone who wants to take Comptia Project+ Exam. All of these you can find from Comptia Project+ Study Guide by Kim Heldman and William Heldman. This book was published by Willey Publishing, Inc. Hope it helps you to get certified.

 

What is Project and What is Operation

Project is temporary endeavor that has definite beginning and ending dates and it results in a unique product, services  or result

Project are considered success when the goals they set out to accomplish are fulfilled and the stakeholders are satisfied with the result.

project has a characteristics :

  • Unique : has specific objective
  • Temporary: has begin date and end date
  • Resource and Quality : need to assign resources ( people, equipment, money) and define quality standard
  • d.Stakeholder Satisfaction : Stakeholder approval on the project output

Operation

Operation are ongoing and repetitive. They don’t have start date and end date. They usually involve ongoing function that support production of goods or services.

What is Program and Who is Program Manager?

Program is a group of related project that are managed together using coordinated processes and techniques.Collective management of a group of projects can bring benefits that would not be achievable if the projects were managed separately.

This is usually know as “ Project Management Office

What is the responsibility of PMO:

Identify various project across the organization, including them within Program where appropriate  to capitalize on the benefit of all the projects within the program The Project Management bring together set of tools and techniques, perform by people, to describe, organize and monitor the work of project activities. The Project Managers are the people responsible for applying all the tools and techniques to the various project activities, integrate all the component of the project and bring it to successful conclusion.

Project Manager needs to have many skill, they are :

  • a.How to deal with competing needs for resources (people and equipments)
  • b.How to obtain adequate budget
  • c.How to Identify risks
  • d.How to manage project requirement
  • e.How to Interact with stakeholder
  • f.How to keep on schedule
  • g.How to maintain standard quality of the products or services

to be continue

Layanan Indosat Sangat Mengecewakan!!!

Saya sudah menjadi pelanggan Indosat semenjak tahun 1998/1999 yang sebelumnya menggunakan kartu prabayar dan kemudian diubah menjadi pasca bayar. Sampai saat juga masih setia menjadi pelanggan salah satu provider telekomunikasi di Indonesia tersebut.

Dimulai dari hari Kamis 12 Mei 2012, simcard saya tidak dikenali atau rejected oleh Indosat network. Tanggal 14 Mai 2012 saya menyempatkan pergi ke galeri Indosat Ambasador untuk melakukan pergantian kartu. Salah satu customer carenya mengatakan bahwa dalam 1 jam simcard tersebut sudah dapat digunakan. Malamnya saya baru sempat mencoba akan tetapi simcard ternyata masih rejected. Saya melaporkan lewat contact center Indosat mengenai hal ini dan mereka mengatakan bahwa simcard yang diberikan rusak tidak dapat digunakan. Aneh…. simcard baru, saya mengambil bukan ditoko kelontong atau toko sayur tapi simcard baru tersebut sudah rusak.

Saya meminta bantuan teman untuk membawa simcard tersebut ke galeri Indosat Ambasador mall, dengan gampangnya mengatakan bahwa semua simcard digaleri tersebut rusak semuanya dan dianjurkan mengambilnya ke galeri Indosat Pemuda. Haloooo….Mungkin disangka customer service tersebut jaraknya Mall Ambasador ke Jl. Pemuda cuma 100 meter kali ya… ini Jakarta bung!!!. Untuk masalah-masalah seperti ini customer dibiarkan terombang-ambing kesana dan kemari seperti anak kehilangan ibunya. Apakah tidak ada koordinasi antara galeri pusat dan cabang-cabangnya sehingga semua simcard rusak dicabang tidak diketahui oleh pusat..ini lebih aneh lagi..Go national ajah belum beres apalagi Go International.

Akhirnya saya mengganti kartu lagi digaleri Indosat Pemuda dan dijanjikan lagi sudah langsung bisa digunakan. Seperti janji-janji sebelumnya ternyata tetap tidak dapat digunakan. Saya menunggu sampai pagi hari ternyata belum bisa digunakan juga, status tetap simcard failed registered to the network. Saya langsung menghubungi contact center Indosat dinomor 021-54388888 dan keluhan saya dicatat. Malam ini saya coba lagi statusnya masih sama simcard rejected. Saya menghubungi lagi dan dijanjikan lagi akan diprioritaskan untuk diperbaiki….hmmm saya sudah cape sama janji-janji yang diberikan oleh Indosat tersebut. Service Blackberry hampir 2 minggu tidak bisa digunakan, saya tidak bisa melakukan panggilan telpon atau ditelpon, untuk sms apalagi.

Untuk perusahaan besar seperti Indosat hal-hal kecil seperti ini harusnya bisa dikerjakan dalam 1-2 hari saja, perhatian kepelanggan juga kurang. Harusnya pelayanan Indosat sudah lebih jauh dari seperti ini. Sebagai pelanggan lama terus terang saya sangat kecewa, mungkin saya akan beralih keprovider komunikasi lain yang memang lebih memperhatikan konsumennya. Semoga menjadi koreksi bagi Indosat dan saya berharap pelanggan Indosat yang lain tidak mengalami masalah seperti yang saya alami saat ini.

Saya rasa Indosat tidak cukup dengan Indosat Senyum akan tetapi harus diikuti juga dengan Action.

25 May 2012.

Sudah 2 hari menunggu tidak ada kabar kepastian kapan kartu saya akan dapat digunakan kembali, pagi ini saya coba menelpon kembali sesuai dengan perkiraan saya tidak ada yang dapat disampaikan customer service selain “mohon ditunggu bapak sedang dicoba diperbaiki”. Serasa dejavu saya mendengarnya karena dalam seminggu kalimat tersebut sudah mengiang-ngiang ditelinga saya. Meminta kepastian kapan saja tidak bisa dijawab. Untuk masalah simcard saja harus 2 minggu apalagi masalah yang lebih besar…ngga kebayang saya. Akhirnya saya menelpon call center BRTI dinomor 159 dan mengadukan permasalahan yang saya hadapi. Saya cuma dapat menunggu kabar baik atau kabar tidak baik…..(waiting mode on)

27 Mei 2012

Ada sedikit kemajuan tidab-tiba pagi hari saya ditelpon oleh customer care Indosat menanyakan bagaimana masalah yang saya alami. Saya katakan baru ada kemajuan yakni bapak menelpon saya :) kalo masalah simcard saya belum ada perubahan. Beliau berjanji akan menindaklanjuti dan akan menelpon saya kembali esok harinya. We’ll see about that… (waiting mode on…again)

Passing IT Infrastructure Library V3 Foundation exam

Today I took EX0-101 ITIL V3 Foundation exam, and Alhamdulillah I passed.
They were 40 multiple choice questions that we need to answer with 60 minutes of time.
They are so many book out there and also online training but I found SimpliLearn is easy to follow and understand. For those of you who wants to learn about ITIL and take the exam please check this link http://www.simplilearn.com

Good Luck :)

Our Baby is Baby BOY

We went to the doctor last week, and we were very exciting because it’s already 18 weeks now, and I believe the doctor will run USG again. We have to wait a little longer because we have to go to my doctor first because of my astma. We got to the hospital and we had to wait about 1,5 hours. Finally we can meet the doctor :)

We found out the our baby is baby Boy, Alhamdulillah, Thank you Allah swt. I just wish both mother and the baby are always in good health aamiin yra.

We are now waiting with love our new baby..hopefully in September Insya Allah.

RRI Tempo Doeloe

09 Oktober 1971

Pop yang kempos

KETIKA diumumkan bahwa Radio Republik Indonesia (RRI) menjelenggarakan Kontes Pop Singer tentu tidak banjak pendengarnja jang membajangkan bahwa didalam kontes itu akan ada seorang budjangan jang berdiri dimuka mike dan kemudian tarik otot seperti Sam Saimun didepan Orkes Kerontjong. Apalagi kalau orang jang membajangkan bagaimana bentuk kontes itu telah dipengaruhi atjara Beat Club jang biasa muntjul di TVRI –asosiasi pertama mereka pasti dentum djreng-djreng dan muntjulnja singer (penjanji) jang brewok, gondrong, ataupun jang terlalu nekad pakai rok mini. Semuanja itu akan benar-benar keliru seperti halnja reporter TEMPO, Leopold Gan ketika memasuki Gedung Pola dalam malam final kontes tersebut. “Ulang tahun RRI kali ini memang lain dari jang lain”, kata Gan, tapi tentunja tidak berarti lebih baik. Memang dalam kontes jang diselenggarakan berkenaan dengan perajaan HUT RRI, telah ikut 86 biduan dan 31 biduanita dimana 10 pria dan 8 penjanji putri masuk babak final. Tapi tidak seorangpun diantara mereka terdapat penjanji pop jang sudah terkenal. Bahkan Titiek Puspa, jang kalau tidak keliru belum sekalipun pernah ikut kontes-kontes matjam itu, dihari tersebut nongol sebagai djuri. Atawa. Djadi inilah kontes jang barangkali baru pertama kali ada di Djakarta dimana band Arsianto dibawah pimpinan Bambang Karsono ditemani 12 penggesek biola RRI, sama duduk dikursi. Suasana: tenang. Ibarat: Pemilihan Bintang Radio djenis Hiburan atawa Kerontjong. Djuri: tak nampak, mungkin dibalkon. Mereka tidak banjak, tjuma Titiek Puspa jang kalau menjanji pop tidak bisa bersikap seperti patung, kemudian Sam Saimun dan Benny Pablo pemain klarinet dan komponis. Ketiga djuri itu menurut Iskandar bapaknja Diah “tjukup bisa dipertjaja”. Para peserta kelihatannja diwadjibkan mengadu suara sadja. Ini logis karena RRI jang menjelenggarakan dan bukan TVRI. Konon demikian konsep Abdul Hamid, Direktur RRI jang konon pula berhasrat mentjiptakan standar pop ala RRI, seperti jang ditangkap reporter Martin Aleida dalam konfrensi persnja. Maka lagu wadjib jang ditetapkan bebas dari irama rock apa lagi soal Tjiptaan Janwar, Iskandar, Nus K seperti Permintaan Terachir, Disisimu Kuingiz Slalu, Tak Mau Diraju Lagi atau lagu-lagu seperti Tinggi Gunung Seribu Djandji, Bunga Flambojan dan lain sebagainja jang disodorkan pada penjanji jasg ikut serta. Jul Chaidir dari RRI Pusat melihat daftar lagu wadjib tersebut sebagai “termasuk berat”, dimana untuk menjanjikannja diminta kemahiran sang penjanji. Tidak seluruhnja persis tanggapan Jul Chaidir karena Ida Djamain, salah seorang peserta mengatakan bahwa baginja tidak terlalu berat membawakan lagu-lagu tersebut. Ini mungkin ia njatakan karena interview berlangsung setelah ia muntjul sebagai pemenang. Tapi alasannja lutu djuga, sebab katanja: “Lagu-lagu itu adalash lagu-lagu hiburan biasa”. Ida tidak menjatakannja sebagai lagu pop melainkan hiburan. Tapi hiburan maupun pop jang penting ngeeek, biola harus digesek ketika pembawa abara membuka malam final Senin malam jang lalu. Chief Hostess. Adalah peraturan didalam final kontes tersebut jang berlangsung digedung dimana dibelakangnja terdapat djalan kereta api. Peraturan itu berbunji kira-kira begini: Kalau ada kereta liwat, penjanji harus berhenti dan mengulangi dari pertama. Sekali hampir peraturan ini berlaku ketika Rachmad Hs. sedot suara dibait terachir dari sjair lagu jang dibawakannja malam itu. Dumdum-dum derum roda kereta bergedjlokan dengan relnja makin lama makin dekat dan makin menderu. Disaat itu, 12 penggesek biola persis mentjabut tongkat geseknja dan pertundjukan bubar a rang tertawa serempak bukan karena sjair si Rachmad kotjak, tapi karenakalau kereta tidak terlambat masuk Djakarta, pasti Rachmad harus mengulangi lagunja. Ini gedung Pola akustiknja seperti lapangan bola. Wallahu’alam apa sebabnja RRI pilih tempat jang kurang tepat sementara djumlah undangan terlalu sedikit untuk mengisi ruang pameran gedung Pola jang terkenal akbar itu. Ada diterangkan karena DF Hall jang dipesan disodok oleh team bola sodok jang malam itu mengambil tempat tersebut untuk suatu pertandingan, tapi menggantinja dengan gedung Pola terusterang kurang bidjaksana. Tidak perduli dimana pokoknja Ida Djamain dan remadja lainnja harus tarik suara. Maka madjulah Judhy dengan djas hitam, kemedja putih tjelana hitam, persis chief hostess Flamingo. Rachmad Hs-pun dengan setelan jang sama tampil bagai bar-tender Galaxy. Kedua tangan saling disalamkan, mungkin batuk sedikit, lantas angkat suara. “Bunga Flamboyan ….”, dan seterusnja sampai refren. Disini ia kelurkan sapu-tangan, gosok keringat, lantas gendjot lagi: Bunga Flambojann …. — geerrr, penonton tertawa. Bagaimana gerak penjanji-penjanji itu. Djangan berilusi dengan Emilia Contessa jang sexy, karena seperti kata penjanji-penjanji itu sendiri, hanja gojang tangan jang diperkenankan. Demikian pula halnja dengan adik Sjenny Djamain jang bernama Ida Djamain, tukang duet di TV jang terkenal itu, malam itu muntjul dengan gaun pandjang seperti tante Menteng. Dari diapun orang tak lebih mendapat hadiah lagu biasa tak ubahnja seperti lagu jang RRI perdengarkan setiap hari. Barangkali ada jang bertanja, mengapa tidak sekalian sadja penjanji itu ditutup dalam studio dan djuri serta undangan menilainja dari ruangan jang lain? Hanja Abdul Hamid jang boleh kasih djawaban tentunja. Kendor. Begitulah saudara-saudara pembatja ditanah air laporan kami dari studio darurat RRI, gedung Pola Djakarta. Adapun pemenang kontes hiburan singer malam itu adalah Ida Djamain, Linda Elsa dan ketiga, Dewi Sultan. Sedang rombongan pria dimenangkan oleh Rachmad Hs., Chris Herman, Muhammad Rimfani. Perlu anda ketahui bahwa Elsa jang kali ini djadi djuara kedua berusia 12,5 tahun, tapi seperti diakuinja sendiri pada TEMPO: “Tubuh saja memang gede”. Dan tubuh jang gede itulahbarangkali membuat Linda Elsa Valentine Nainggolan dojan lagu-lagu jang sentimentil. Adik Martha Nainggolan, djuara bintang radio 1970 djenis seriosa itu, kata Martha punja suara mezzo sopran. 3arangkali Elsa, maupun gadis-gadis lainnja jang ikut dalam kontes RRI tersebut tidak tahu termasuk djenis suara apa suara mereka dan apa pula itu artinja mezzo sopran. Mungkin panitia kontes pernah mendjelaskan, setidaknja Oom Sam Saimun — tapi jang penting, kalau dalam pop jang tidak termasuk djenis kempos”, penjanji tidak begitu perlu tahu sopran, bariton and so on. Seperti halnja ketika Diah Iskandar mentjolot kepentas untuk membawakan lagu pop Sekedar Bertanja, Pemain band: siaap, berdiri semua. Fiolis: munduuurr. Dang – duut – dang – duut, mike ditjopot dari gagangnja. Ini disambut penonton jang agaknja punja pengertian lain tentang pop. Demikian pula ketika Henny Purwonegoro mengetok djalan darah penonton jang kendor akibat pop kempos dengan Knoc – Three Times. Huiih. Barangkali Titiek Puspa kalau berkesempatan menjaksikan Henny manggut-manggut sambil menggenggam mike tersebut, akan ikut pula mendetak-detakkan kakinja dilantai — seperti biasa. Tanpa Diah dan Henny Purwonegoro, barangkali sedjumlah undangan jang tertidur oleh imbauan sendja Kontes Hiburan Singer jang membawakan Tinggi Gunung Seribu Djandji, tak akan tergugah. Demikian komentar. Selamat malam.

Disadur dari Majalah Tempo di url berikut : http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1971/10/09/HB/mbm.19711009.HB58145.id.html#